Autopedia, All About Strutbar dan Swaybar

mobilnya cuma xeniavanza tapi maunya pakai strutbar? ga masalah broo.... πŸ˜†

Apa yang pembaca lakukan bila mobil sedulur ternyata mengalami masalah menyebalkan, dan ternyata masalah itu adalah “limbung”. Limbung memang hal yang menyebalkan, boro-boro mau nyelip mobil, menikung di puncak pass saja rasanya setengah mati. Atau tengah jalan tol, walau treknya lurus pada kenyataannya kita malah menggerakkan setir ke kiri dan ke kanan karena menghajar angin yang keras. Tentu kenyataan pahit ini tidak ingin berakhir dengan menjual lagi mobil sedulur kan? Limbung sendiri, alias ketidak-stabilan ini disebabkan karena adanya perbedaan beban antara kiri dan kanan. Umumnya orang akan memperbaikinya dengan cara mengubah suspensi agar lebih keras, namun pasti menyiksa bila dibawa harian. So solusi tepat adalah dengan menggunakan strutbar atau swaybar. Menggunakan strutbar, tambahan swaybar serta anti swaybar sejatinya lazim digunakan mobil rally. Namun penuliz meyakini bahwa power mobil masa kini jauh lebih besar daripada era-era lalu, dengan mendambakan manuver stabil maka hal ini sah-sah saja dilakukan. Strutbar, Swaybar dan Anti Swaybar ini bisa dibuat sendiri, bahannya menggunakan pipa besi pejal agar tidak terjadi deformasi berlebihan. Apa saja fungsi dari masing2 part? mari kita tilik lebih jauh. πŸ˜€

STRUTBAR

strutbar berfungsi memaksimalkan kinerja sok saat di tikungan πŸ™„

Strutbar umumnya dipasang di bagian kaki-kaki depan. Titik tumpunya sendiri berada pada top mount sokbreker depan. Keduanya terkunci rapat sehingga meminimalisir goyangan. Fungsi strutbar adalah mengikat kedua bilah sokbreker kanan dan kiri agar momennya berkurang. Mengapa bisa terjadi, ini disebabkan karena beban ketika di tikungan dibagi pada dua belah suspensi depan. Sebelum menggunakan strutbar, saat belok mobil hanya ditopang satu suspensi walapun kenyataannyaΒ  sok depan ada sepasang. Dengan memakai strutbar maka titik tumpu dapat terbagi menjadi dua karena sok sebelahnya ikut menahan juga. Dengan menggunakan strutbar, saat menghajar tikungan sok bisa berubah menjadi kaku, sehingga aman di kecepatan tinggi.

SWAYBAR

swaybar berfungsi meredam lengan ayun saat berada di tikungan πŸ™„

letak swaybar dipasang, ringkas kan? πŸ™„

Swaybar berbentuk besi yang menjulur dengan menghubungkan 2 swingarm (lengan ayun) kanan dan kiri. Tanpa swaybar, ketika berbelok titik tumpu beban hanya terpusat pada salah satu sasis. Bila mobil berbelok ke kanan maka yang menerima beban paling tinggi adalah rangka kiri karena beban jatuhnya di kiri. Biasanya sasis mendapat momen ayunan sehingga mobil tak stabil. Gejala tersebut membuat salah satu roda mendapat traksi berlebih dan sisi lainnya justru mendapat traksi roda yang minim. Itu akibat momen pada kaki mobil berbeda. Nah swaybar dapat meredam gerakan tidak terkontrol dari kaki-kaki tersebut. Dengan swaybar, kedua swingarm dikunci menjadi satu, sehingga beban mobil ketika berbelok tertumpu pada 2 bilah sasis. Traksi kedua roda dapat dibagi sama rata. Dalam swaybar ada yang mengaplikasi 3 lubang, lubang paling luar agar bantingan lebih lembut, lubang kedua bantingan sedang dan lubang paling dalam agar bantingan lebih kaku.

Dengan mengaplikasi perangkat-perangkat stabilizer ini maka mobil akan semakin aman dikendarai. Aplikasi riset balap seperti ini dengan perhitungan yang bijak jelas memaksimalkan potensi kendaraan sedulur. So pakai stabilizer sekalipun mobilnya avanza tetap tak berlebihan kan hehe… πŸ™‚

This entry was posted in Serba-Serbi Otomotif and tagged , , , . Bookmark the permalink.

0 Responses to Autopedia, All About Strutbar dan Swaybar

  1. blognyamitra says:

    Pake strutbar kalo dipake harian di ibukota gak ngefek, lebih terasa kalo dipake di sirkuit. Lain cerita kalo buat memperindah kompartemen mesin, bolehlah πŸ™‚

    • Yudakuzuma says:

      kalau di ibukota boro-boro mau cornering, injak pedal saja hampir tidak mungkin πŸ˜†

      tapi kalau yang sering main ke luar kota jelas ini menjadi penting. jalanan luar kota kan nyaris sama seperti sirkuit. πŸ˜€

  2. si oom says:

    mengenai swaybar, saya cuma pake di bagian depan saja.
    adakah efek negatifnya!?

    • Yudakuzuma says:

      kalo menurut saya baik2 saja karena 2 swaybar ini masing-masing menopang kaki2 depan dan kaki2 belakang sendiri2. Untuk bagian depan sepertinya lebih difungsikan agar suspensinya lebih terjaga, namun andil yang paling berpengaruh menjaga agar tidak limbung sebenarnya swaybar belakang. Itulah kenapa ada beberapa dealer mobil yang memberi bonus swaybar belakang kepada pembeli mobil tertentu. πŸ˜›

  3. warung DOHC says:

    jovan udah pasang strut bar kaka’ ! :mrgreen: , kalau sway bar stabilizer di chasis depan malah menjadi fitur standart vantrend , PR nya suspensi belakang aja yang belum di kasih πŸ˜€

  4. Pingback: Strut Bar untuk si Jovan « Azizyhoree's Blog

  5. andre says:

    boleh menambahkan.
    swaybar yang dimaksud om yuda mungkin stabilizer kali ya untuk meyelaraskan gerakan antara suspensi kanan-kiri,

    setau saya swaybar itu yang dipasang di bawah chasis supaya chasis lebih rigid / tidak terpelintir.

    untuk pemakaian harian dalam kota kecepatan <80 apalagi jalannya jelek berlubang tiap hari lewat kampung dan jalan tikus banyak polisi tidur, pemakaian strutbar, stabilizer, swaybar baiknya dihindari karena chasis menjadi sangat rigid, peredaman bertumpu sepenuhnya pada suspensi.

    cmiiw

  6. skalorman says:

    hmm.. jadi pengen pasang, maklum kalo mudik jalurnya pantur wkwkwkw.. kalo buat selap selip berasa bgt limbungnya, pa lagi di tol, kadang ngeri sendiri wkwkwkw… πŸ˜€

  7. mobilxmotor says:

    info yang sangat berguna, udah dicari akhirnya nyampe disini.thanks

  8. dadan says:

    kalo saya biarpun di jakarta , tapi pulang pergi lewat tol , kebut kebutan juga. wajib punya ini strut

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *